Petani Blora dan Tuban Kesulitan Dapat Pupuk, Ada Oknum Bermain?

Beberapa petani di beberapa wilayah di Jawa tengah alami kesusahan memperoleh pupuk bersubsidi. Di Kabupaten Blora misalkan, keluh kesah itu marak kedengar dalam percakapan di lingkaran beberapa petani, bahkan juga seringkali keluh kesah itu diluapkan ke sosial media. Tetapi belum ada juga jalan keluar.

 

Pucuknya, beberapa petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tidak sanggup memendam kekecewaannya dengan lakukan tindakan pengadangan truk pengangkut pupuk bersubsidi. Tindakan itu bahkan juga telah dikerjakan beberapa petani Tuban sampai 5 kali, diantaranya di Kecamatan Singgahan, Montong, Merakurak, Semanding, serta Tambakboyo.

Berkaitan kelangkaan pupuk bersubsidi, Kapolsek Jepon Iptu Supriyono ke Liputan6.com, Rabu (11/11/2020) akui, faksinya telah lakukan peninjauan tiba-tiba. Dianya menjelaskan, pemicu khusus susahnya beberapa petani memperoleh pupuk bantuan karena tidak mempunyai kartu tani.

“Ada banyak dusun yang perlu pupuk tetapi RDKK (Gagasan Definitif Keperluan Kelompok)nya telah habis serta masalahnya rerata di kartu tani,” papar Supriyono.

Walau dirasa susah didapatkan, dianya menjelaskan, stock pupuk bantuan di daerah hukumnya sekarang ini masih aman.

Dianya menjelaskan, di atas lapangan diketemukan masalah, umumnya beberapa petani telah ambil pupuk bantuan lebih dulu saat sebelum musim tanam datang, hingga di saat memupuk keadaannya telah tidak lagi ada. Contoh beberapa petani di Kabupaten Blora.

“Distribusi dari produsen cuman 70 % dari mengajukan RDKK,” ucapnya.

Faksinya menyarankan masyarakat petani supaya membuat kartu tani, serta retail selalu untuk mengupdate data RDKK pada tahun akhir, untuk penyukupan kebutuhan pupuk petani di tahun selanjutnya.

Saat itu, Sudarwanto, seorang petani yang alumni sekolah magang pertanian di Jepang menjelaskan, minimnya publikasi kartu tani malah bawa permasalahan baru untuk petani tersebut. Hingga tampil banyak masalah classic ketika beberapa petani masuk musim tanam.

Kartu tani sendiri awalannya adalah pilot proyek petani di Kabupaten Tangkai, Jawa tengah, yang digagas Gubernur Ganjar Pranowo. Awal tahun 2016, program kartu tani diteruskan nyaris di seluruh kabupaten yang berada di Jawa tengah. Selanjutnya pada 2018 program kartu tani dipungut Kementerian Pertanian RI.

Ada tiga Bank BUMN anggota Himbara (BRI, BNI 46, serta Berdikari) yang dapat mengeluarkan kartu tani, yaitu BRI untuk Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, serta Jawa tengah. Sedang BNI 46 untuk Jawa Timur, terhitung Kabupaten Tuban.

Kartu tani sendiri punyai peranan yang baik, sebab kecuali mempermudah service perbankan yang terpadu untuk petani, yakni dimulai dari simpanan, transaksi bisnis, serta pendistribusian utang, kartu tani berperan selaku kartu bantuan untuk beberapa petani. Keunggulan kartu tani ada di single entry data, proses validasi yang bertahap secara online, terbuka, serta multifungsi. Tetapi, berdasar pernyataan Sudarwanto, hal tersebut tidak tersosialisasikan secara baik di masyaralat petani hingga memunculkan permasalahan baru.

“Wajarnya satu pengembangan supaya diterima warga, harusnya dikerjakan publikasi yang cukup masif serta jangan berkesan sunyi senyap,” ucapnya.

Dianya melihat jika sejauh ini publikasi kartu tani tidak menggema serta kurang kedengar di desa-desa setiap wilayah.

“Mengakibatkan lumrah jika ada banyak orang yang belum mengetahui secara tepat apakah itu kartu tani,” papar Sudarwanto.

Selanjutnya dikatakan, perlu sangkanya pemerintahan memakai tingkatan teori adopsi supaya petani tidak belingsatan terus-terusan, yaitu dengan step mengupload kesadaran (awareness), step ketertarikan (interest), step memandang (evaluation), step coba (trial) serta step terima (adoption) pengembangan yang ada.

“Dalam penglihatan beberapa teman dekat di atas lapangan, kartu tani yang jadi program nasional oleh Presiden Jokowi nampak benar-benar kurang publikasinya,” kata Sudarwanto.

Hal berlainan diutarakan Adhi Aprianto, salah satunya pengurus Federasi Petani yang berada di Propinsi Jateng. Ia cemas kesusahan pupuk karena tingkah pelaku yang tidak bertanggungjawab.

“Ini pasti pelaku yang ambil keuntungan dengan cepat. Saya melalui di gudang pupuk samping SMA Ngawen, terlihat pupuk ada banyak,” ucapnya.

Lebih Jauh dianya sampaikan, kelangkaan pupuk di beberapa wilayah dimisalkan seperti penyakit yang terus kumat tiap tahunnya.

“Sebelumnya ada kartu tani ya berlangsung, ada kartu tani ya berlangsung (sangat jarang pupuk bantuan, red),” kata Adhi.

Kelangkaan pupuk di Jateng serta Jawa timur membuat Pemkab Tuban langsung mengadakan meeting pengaturan cari jalan keluar.

Murtaji, Kepala Dinas Pertanian serta ketahanan Pangan Kabupaten Tuban, minta seluruh turut memantau proses pembagian pupuk bersubsidi supaya tidak menyelimpang.

Faksinya akan memberi referensi mengambil izin kios serta distributor yang lakukan penyimpangan pupuk bantuan. Terhitung Komisi Pemantauan Pupuk serta Pestisida (KP3) ditolong kepolisian akan mempererat pemantauan pemasaran pupuk.

“Team KP3 tetap akan lakukan pengawasan ke kios-kios supaya tidak ada penyimpangan,” keras Murtaji waktu meeting pengaturan di Mapolres Tuban, Selasa (10/11/2020).

Murtaji memperjelas, team KP3 akan turun terus ke keluasan untuk pastikan pembagian pupuk berjalan mulus. Dan akan memberi referensi (cabut izin pemasaran, red) ke PT Petrokimia bila ada kios atau distributor pupuk yang nakal.

“Kami cuman mempunyai wewenang untuk memberi referensi, wewenang mengambil izin berada di petro,” jelas ia.

Saat itu faksi PT Petrokimia Gresik akui tidak memberi ampun untuk kios atau distributor pupuk yang nakal atau lakukan penyimpangan. Sangsi yang diberi akan langsung mengambil izin pemasaran pupuk bila diketemukan ada pelanggaran.

“Siapa saja distributornya yang lakukan pelanggaran kami sedia memerhatikan. Itu loyalitas kami,” papar Iyan Fajri Manajer Pemasaran Ritel Daerah Jawa serta Bali PT Petrokimia Gresik.

Selanjutnya, faksinya memerlukan kontribusi seluruh pihak terutamanya team KP3 dalam rencana lakukan pemantauan distribusi pupuk. Sebab tenaga serta pemantauan dari Petrokimia tidak banyak.

“Kita meminta seluruh sama-sama memantau, selanjutnya ada kenakalan baik di kios serta distributor berikan ke kami. Kami benar-benar terbuka,” ucapnya.

Akhir Pelarian Kakek Berumur 73 Tahun Koruptor Pupuk Bersubsidi

By Martin

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!